Eter
Eter
adalah suatu senyawa
organik
yang mengandung gugus R—O—R', dengan R dapat berupa alkil maupun aril. Contoh senyawa eter yang paling
umum adalah pelarut dan anestetik dietil eter (etoksietana, CH3-CH2-O-CH2-CH3).
Eter sangat umum ditemukan dalam kimia organik dan biokimia, karena gugus ini
merupakan gugus penghubung pada senyawa karbohidrat dan lignin.
Eter merupakan isomer atau turunan dari alkohol (unsur H
pada OH diganti oleh alkil atau aril). Eter mengandung unsur C, H, dan O.
1. Senyawa eter rantai C pendek berupa
cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan penambahan unsur C.
2. Eter rantai C pendek medah larut
dalam air, eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air dan larut dalam
pelarut organic.
3. Mudah terbakar
4. Unsur C yang sama TD eter > TD alkana dan < TD alkohol
(metil, n-pentil eter 140oC, n-heptana 98oC, heksil
alkohol 157oC).
5. Eter
tidak larut air, akan tetapi larut dalam pelarut nonpolar.
Penggunaan
eter :
-
Dietil eter : sbg obat bius umum,
pelarut dari minyak, dsb.
- Eter-eter tak jenuh : pada opersi
singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan.
Permasalahan :
Mengapa eter tidak
larut dalam air tetapi larut dalam pelarut non polar ?
.
