Rumus umum golongan alkohol dam fenol adalah sama, yaitu
ROH, dengan ketentuan bahwa R dapat berupa gugus alkil, gugus alkil tak jenuh,
gugus alkil tersubstitusi, dan mungkin bila rantai siklik. Di samping itu
dikenal pula golongan alkohol yang mengandung lebih dari satu gugus –OH.
Klasifikasi alcohol :
1.Alkohol primer
Alkohol primer bisa
dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam karboksilat tergantung pada
kondisi-kondisi reaksi. Untuk pembentukan asam karboksisat, alkohol
pertama-tama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang selanjutnya dioksidasi
lebih lanjut menjadi asam.
2.Alkohol sekunder
Alkohol sekunder
dioksidasi menjadi keton. Sebagai contoh, jika alkohol sekunder, propan-2-ol,
dipanaskan dengan larutan natrium atau kalium dikromat(VI) yang diasamkan
dengan asam sulfat encer, maka akan terbentuk propanon.
Perubahan-perubahan
pada kondisi reaksi tidak akan dapat merubah produk yang terbentuk.
Dengan menggunakan
persamaan reaksi yang sederhana, yang menunjukkan hubungan antara struktur,
dapat dituliskan sebagai berikut:
Jika anda melihat
kembali tahap kedua reaksi alkohol primer, anda akan melihat bahwa ada sebuah
atom oksigen yang "disisipkan" antara atom karbon dan atom hidrogen
dalam gugus aldehid untuk menghasilkan asam karboksilat. Untuk alkohol
sekunder, tidak ada atom hidrogen semacam ini, sehingga reaksi berlangsung
lebih cepat.
3.Alkohol tersier
Alkohol-alkohol
tersier tidak dapat dioksidasi oleh natrium atau kalium dikromat(VI). Bahkan
tidak ada reaksi yang terjadi.
Jika anda
memperhatikan apa yang terjadi dengan alkohol primer dan sekunder, anda akan
melibat bahwa agen pengoksidasi melepaskan hidrogen dari gugus -OH, dan sebuah
atom hidrogen dari atom karbon terikat pada gugus -OH. Alkohol tersier tidak
memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada atom karbon tersebut.
Permasalahan :
Diketahui bahwa alkohol primer jika dioksidasi menghsasilkan aldehida dan jika
di oksidasi lebih lanjut akan menghasilkan asam karboksilat. kemudian alkohol
sekunder. jika dioksidasi akan menghasilkan keton. dari artikel yang saya baca,
alkohol tersier tidak dapat menjalani jenis oksidasi ini, maka pertanyaannya
adalah jenis oksidasi yang bagaimana yang dapat mengoksidasi senyawa alkohol
tersier, dan zat pengoksidasi apa yang di gunakan.?

saya akan mencoba menjawab dari permasalahan diatas.
BalasHapusmenurut literatur yang saya baca Alkohol tersier Menjalani oksidasi dengan oksidator seperti oksida tri kromium, kalium permanganat, kalium kromat atau asam nitrat dalam medium netral, asam atau alkali untuk memberikan produk.Oksidasi ini mungkin bersifat parsial atau lengkap. Alkohol tersier tidak bisa teroksidasi oleh oksidator ringan baik dalam kondisi netral berair, basa atau di bawah. Mereka mengalami oksidasi pada kondisi asam. Dalam proses oksidasi alkohol tersier pertama menjalani dehidrasi membentuk alkena. Alkena yang terbentuk kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut dan membentuk keton dengan satu atom karbon kurang dari alkena.
Dengan demikian oksidasi alkohol tersier memberikan produk dengan jumlah kurang dari atom karbon daripada alkohol asli diambil.
Alkohol-alkohol tersier tidak dapat dioksidasi oleh natrium atau kalium dikromat(VI). Bahkan tidak ada reaksi yang terjadi.
BalasHapusJika kita memperhatikan apa yang terjadi dengan alkohol primer dan sekunder, anda akan melibat bahwa agen pengoksidasi melepaskan hidrogen dari gugus -OH, dan sebuah atom hidrogen dari atom karbon terikat pada gugus -OH. Alkohol tersier tidak memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada atom karbon tersebut.
Anda perlu melepaskan kedua atom hidrogen khusus tersebut untuk membentuk ikatan rangkap C=O.
Berdasarkan artikel yang pernah saya baca mengenai alkohol tersier memang tidak teroksidasi,akan tetapi saat dicoba dioksidasi dalam larutan asam,alkohol mengalami dehidrasi dan kemudian membentuk senyawa alkena.Misal isopropanol dicampur dengan asam sulfat membentuk propena dan air
BalasHapus