ALKANA
1.Pengertian Alkana
Senyawa
organik yang paling sederhana adalah hidrokarbon. Hidrokarbon hanya terdiri
dari dua unsur, yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Hidrokarbon jenuh atau yang
disebut dengan alkana adalah hidrokarbon yang keseluruhan ikatannya adalah
ikatan tunggal. Masing-masing karbon membentuk empat ikatan dan masing-masing
hidrogen membentuk satu ikatan dengan karbon. Ikatan pada masing-masing
hidrokarbon adalah tetrahedral, dengan sudut ikatan 109,5°. Hasilnya, alkana
rantai panjang akan membentuk pola zig zag..
2. Sifat Alkana
· A.
Sifat fisis
Pada suhu biasa, metana, etana, propana, dan butana berwujud
gas; pentena sampai heptadekana (C17H36) berwujud cair; sedangan oktadekana
(C18H38) dan seterusnya berwujud padat. Alkana tidak larut dalam air. Pelarut
yang baik untuk alkana yaitu benzena, karbontetraklorida, dan alkana lainnya.
Semakin banyak atom C yang dikandungnya (semakin besar nilai
Mr), maka:
a. titik didih dan titik lelehnya
semakin tinggi (alkana yang tidak bercabang titik didihnya lebih tinggi; makin
banyak cabang, titik didihnya semakin rendah).
b. kerapatannya makin besar
c. viskositas alkana makin naik.
d. volatilitas alkana makin berkurang.
· B.
Sifat kimia
a. Formula molekulnya ialah CnH
2n+2
b. Tidak bertindakbalas dengan air
bromin atau larutan kalium manganat (VII) berasid
c. Kurang reaktif kerana atom-atomnya
terikat antara satu sama lain dengan kuat.
d. Bertindakbalas dengan gas klorin
dalam cahaya
e. Menghasilkan sedikit jelaga apabila
terbakar. (kerana peratus karbon dalam molekul kurang
Konduktivitas
dan kelarutan
Alkana tidak menghasilkan listrik dan tidak dapat dipolarisasi oleh medan listrik. Untuk alasan ini mengapa alkana tidak membentuk ikatan hidrogen dan tidak dapat bercampur dengan pelarut polar seperti air.Kelarutan alkana pada pelarut nonpolar lumayan baik, ciri-ciri yang dikenal dengan nama lipofilisitas.
Massa jenis alkana akan bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon, tapi tetap akan lebih rendah dari massa jenis air. Maka, alkana akan berada di lapisan atas jika dicampur dengan air.
3. Reaksi-reaksi alkana
1). Dapat
mengalami reaksi substitusi/pergantian atom bila direaksikan dengan halogen(F2,
Cl2, Br2, I2)
2) Reaksi
oksidasi / reaksi pembakaran dengan gas oksigen menghasilkan energi. Pembakaran
sempurna menghasilkan CO2, pembakaran tidak sempurna menghasilkan
gas CO
Reaksi
yang terjadi:
CH4(g)
+ 2O2(g) ----->CO2(g) + 2H2O(g)
+ energi
CH4(g)
+ 1/2O2(g)------>CO(g) + 2H2O(g)
+ energi
3) Reaksi
eliminasi
Penghilangan
beberapa atom untuk membentuk zat baru. Alkana dipanaskan mengalami eliminasi
dengan bantuan katalis logam Pt/Ni akan terbentuk senyawa ikatan rangkap
/alkena.
4.Sumber dan kegunaanya
- Bahan Bakar, misal elpiji, kerosin, bensin dan solar.
- Pelarut, misal petroleum eter dan nafta.
- Sumber hidrogen, gas alam dan gas petroleum merupakan sumber dalam indutri, misal amoniak dan pupuk.
- Pelumas, alkan dengan suhu tinggi ( jumlah atom karbon banyak ) misal C18H38.
- Bahan baku organik, misal minyak bumi dan gas alam yang di gunakan untuk sintetis alkohol dan asam cuka.
- bahan baku industri, Misal minyak bumi di gunakan sebagai bahan baku plastik, detergen dan karet. Industri yang mengelola minyak bumi dan gas alam di sebut industri petro kimia, ( petrplieum = minyak bumi ).
PERMASALAHAN :
Salah satu kegunaan alkana adalah sebagai pelarut.Bagaimana mekanisme alkana tersebut sebagai pelarut ?
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusSebagaima kita ketahui bahwa ikatan pada alkana berciri tunggal, kovalen dan nonpolar. Oleh karenanya alkana relatif stabil (tidak reaktif) terhadap kebanyakan asam, basa, pengoksidasi atau pereduksi yang dapat dengan mudah bereaksi dengan kelompok hidrokarbon lainnya. Karena sifatnya yang tidak reaktif tersebut, maka alkana dapat digunakan sebagai pelarut.
BalasHapusalkana merupakan senyawa nonpolar yaitu senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsur yang membentuknya, alkana yang berwujud cair pada suhu kamar merupakan pelarut yang baik untuk senyawa-senyawa kovalen.
BalasHapusAlkana dalam bentuk cair merupakan pelarut yang baik untuk berbagai senyawa kovalen yang lain. Senyawa alkana tidak dapat membentuk ikatan hidrogen dan tidak dapat bercampur dengan pelarut polar seperti air, tetapi dapat larut dalam pelarut nonpolar .Massa jenis dari suatu alkana akan bertambah seiring dengan pertambahan jumlah atom karbon, akan tetapi massa jenis alkana tersebut tidak akan lebih rendah dari massa jenis air. Sehingga, alkana akan berada dilapisan atas ketika dicampur dengan air.
BalasHapus