Senin, 18 November 2013

REAKSI-REAKSI PADA SENYAWA AROMATIK SELAIN SUBTITUSI

Phenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Kegunaan phenol antara lain sebagai antiseptic dan sebagai obat-obatan Rumus kimianya adalah  C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksil(-OH). Phenol memiliki titik didih 187.7 oC dan titik lelehnya 40.5 0 C .Phenol memiliki sifat yang cenderung asam, yang berarti ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya.
       Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, phenol bersifat lebih asam. Hal ini dapat dibuktikan dengan mereaksikan phenol dengan NaOH, dimana phenol dapat melepaskan H+. Pada keadaan yang sama, alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif melalui pasangan cincin tersebut dan menstabilkan anionnya.
       Seperti halnya air, phenol dapat membentuk ikatan hydrogen. Karena adanya ikatan hydrogen ini maka phenol mempunyai titik didih yang lebih besar dibandingkan dengan senyawa lain yang mempunyai berat formula yang sama.
Produksi fenoll :
Fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses Raschig, Fenol juga dapat diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara.

Permasalahan :
Dari artikel diatas dikatakan bahwa fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses rasching. Yang ingin saya tanyakan disini apa yang dimaksud dengan proses raschig dan bagaimana prosesnya sehingga diperoleh fenol murni?

3 komentar:

  1. NAMA : TUTIWAHYUNI
    NIM :A1C112002

    baiklah riyatun,
    Fenol disintesis oleh salah hidrolisis dari klorobenzena atau oksidasi kumena di udara untuk membentuk hidroperoksida kumena, yang kemudian dibelah menjadi fenol dan aseton, suatu yang berharga dengan produk (kumena proses). Fenol bersifat asam dan bereaksi dengan basa kuat untuk membentuk garam logam alkali yang dikenal sebagai phenoxides.
    Fenol murni merupakan padatan kristal putih yang meleleh pada 41 C, mendidih pada 182 C. Hal ini cukup larut dalam air dan larut dalam etanol dan eter. Fenol membentuk ikatan hidrogen lebih kuat dari alkohol alifatik dan. Fenol lebih larut dalam air dari alkohol dan memiliki titik didih lebih tinggi. Banyak fenol memiliki bau yang tajam, pedas, tapi aroma fenol hambar dan manis. Hal ini sangat beracun dan kaustik. Beberapa fenol mengganggu sistem endokrin dan mengganggu fungsi hormon. Mereka memiliki properti antiseptik dan desinfektan yang digunakan dalam merumuskan, pengharum, dan pestisida.

    terimakasih..

    BalasHapus
  2. Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan anda.Adapun yang dimaksud dengan raschig itu sendiri yaitu merupakan proses dimana fenol dapat dioksidasi pada benzena dengan menggunakan proses raschig,yang pada hakikatnya merupakan nama tokoh.Adapun fenol murni yaitu merupakan sifat dari fenol yang merupakan kristal tak berwarna yang diperoleh dari proses tersebut.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan anda,
    raschig yaitu merupakan proses dimana fenol dapat dioksidasi pada benzena dengan menggunakan proses raschig,yang pada hakikatnya merupakan nama tokoh.Adapun fenol murni yaitu merupakan sifat dari fenol yang merupakan kristal tak berwarna yang diperoleh dari proses tersebut.
    Fenol murni merupakan padatan kristal putih yang meleleh pada 41 C, mendidih pada 182 C. Hal ini cukup larut dalam air dan larut dalam etanol dan eter. Fenol membentuk ikatan hidrogen lebih kuat dari alkohol alifatik dan. Fenol lebih larut dalam air dari alkohol dan memiliki titik didih lebih tinggi. Banyak fenol memiliki bau yang tajam, pedas, tapi aroma fenol hambar dan manis. Hal ini sangat beracun dan kaustik. Beberapa fenol mengganggu sistem endokrin dan mengganggu fungsi hormon. Mereka memiliki properti antiseptik dan desinfektan yang digunakan dalam merumuskan, pengharum, dan pestisida.

    BalasHapus